Kabarflores.co–Bencana longsor dan tanah bergerak memutus akses jalan penghubung kampung Lamba-Wakos di Desa Poco Ri’i, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur akibat curah hujan yang tinggi terjadi pada Sabtu, 1 Februari 2025 lalu.
Salah satu warga setempat, Rofinus Marut menuturkan, bencana longsor dan tanah bergerak itu sudah terjadi sejak Sabtu, 1 Februari 2025.
Kondisi ini telah menghambat akses transportasi, terutama bagi kendaraan roda empat. Hal ini membuat aktivitas masyarakat terganggu akibat akses jalan yang tidak lagi dapat digunakan secara optimal.

“Kejadian pada tanggal 1 Februari 2025 tersebut mengakibatkan aktivitas warga setempat terganggu,” ungkap Rofinus, Minggu (9/2).
Rofinus mengatakan penanganan dari pihak terkait diharapkan dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat yang terhambat dapat kembali normal.
Selain longsor dan tanah bergerak, kendala lain yang terjadi tidak adanya jembatan di sungai Wae Sembol sebelah utara Kampung Lamba. Tak jarang jika musim hujan tiba biasanya warga harus menunggu sampai banjir redah baru bisa lewat.
Sebagian besar jalur yang dilalui banyak genangan air dikarenakan tidak adanya drainase.
“Tak hanya tanah bergerak dan longsor yang menjadi kendala, namun tidak adanya jembatan atau deker yang berlokasi di Wae Sembol sebelah utara Kampung Lamba juga salah satu kendala yang memperlambat aktivitas warga,” bebernya.
Tak hanya itu, kata Rofinus, telford yang dikerjakan pada tahun 2008 dari Kampung Lamba menuju Wakos hingga kini belum ada lapisan penetrasi atau lapen yang menjadi penyebab hambatnya akses warga.
Jalur Wakos-Lamba merupakan jalan alternatif warga menuju Borong Ibu Kota Manggarai Timur dan Ruteng Manggarai. Jalan itu juga satu-satunya akses menuju Puskesmas Tilir.
Rofinus berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui BPBD dan Dinas PUPR untuk segera ditangani dengan cepat.






