Kabarflores.co – Warga Labuan Bajo mengapresiasi kinerja direktur perusahaan daerah air minum (PDAM) Wae Mbeliling, Ponsi Mato, yang responsif dalam menyikapi keluhan masyarakat.
“Yth kepala pdam manggarai barat bapak Ponsi Mato, terima kasih atas perhatian dan penyambungan air minum pdam yg telah dilakukan, terima kasih kepada semua staf pdam manggarai barat yg telah bekerja dengan sigap ke lapangan, secara khusus ibu yun, ibu brigita, dan beberapa ibu lainnya yg tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Sekalipun airnya dijadwal setidaknya kebutuhan air minum kami terpenuhi,” tulis seorang pelanggan pada laman Facebook dengan nama akun Donatus Jehadir, selasa 30/9/2025.
Donatus Jehadir berharap tren positif ini tetap terjaga dengan baik kedepannya.
“Tetap semangat, tetap profesional, jaya selalu PDAM!!”
Sebelumnya Donatus Jehadir keluhkan pelayanan Perumda Wae Mbeliling, bahkan ia membuat surat terbuka ke Direktur yang baru Ponsi Mato agar permasalahannya segera ditangani.
Yth. Kepala PDAM Manggarai Barat Ponsi Mato
Di – Labuan Bajo
Saya warga labuan bajo yg sudah membayar lunas biaya penyambungan meteran baru air minum pdam sejak bulan juli tahun 2025 hingga hari ini belum juga disambung oleh pdam.
Pegawai pdam atas nama pak rian dan beberapa temannya pernah ke rumah saya mereka mengatakan tidak bisa memasang jaringan karena harus membelah jalan dan perlu ijin dinas pu dan bupati manggarai barat jika harus membelah jalan. Kalaupun saya mau menyambung harus minta ijin ke pelanggan lain didekat rumah saya yg sudah menyambung pdam. Saya sudah melakukan pendekatan kepada tetangga saya tersebut namun mereka menolak karena sudah ada 10 rumah yg sambung dari pipa tersebut. Saya sudah memberitahu kepada pak rian, dkk terkait keberatan tersebut, hingga hari ini tidak ada solusi dari pdam.
Yang anehnya tetangga saya yang lainnya lagi menyambung meteran baru dan bisa/boleh dilakukan pembelahan jalan oleh pdam (dibawah ini foto dan video bukti aspal jalan yg dibelah) padahal kondisinya sama seperti saya yaitu pipa induk pdam terletak di seberang jalan.
Saya sebagai masyarakat mabar merasa diperlakukan diskriminatif oleh pdam, apakah karena saya miskin? Tidak mampu membayar lebih seperti tetangga saya? Kalaupun ada biaya tambahannya saya siap membayar sepanjang itu masuk akal.
Saya mohon perhatian dan tindakan dari bapak kepala pdam manggarai barat terkait masalah saya ini. Terima kasih.
Hormat saya,
Donatus Jehadir






