News  

Imam SVD Asal Lembor Meninggal Dunia Di Paroki St. Dominic, Mhondoro Mubaira – Afrika Selatan. Malamnya Sempat Pimpin Perayaan Natal.

Kabarflores.co – Suasana suram menyelimuti umat Paroki St. Dominic di Mhondoro Mubaira, Zimbabwe setelah mendapat kabar meninggalnya Pastor Augustinus Joram. Seorang Imam Katolik yang bertugas di Mashonaland Zimbabwe (Afrika Selatan) sejak tahun 2010 itu merupakan anggota Misius Kata Tuhan Ilahi (SVD). Iya diberitakan meninggal dunia pada pagi hari, malamnya iya sempat merayakan Misa Malam Natal bersama umat paroki setempat.

Selama Misa tengah malam, Pastor Gusti terlihat sangat bersemangat. Dia bahkan memainkan keyboard dan menyanyi lagu Natal bersama Bapak Emmanuel Robert dan paduan suara paroki. Bahkan, dia menggambarkan Misa tersebut sebagai “yang pertama kalinya” dan tampak dalam suasana hati terbaik.

Namun, kegembiraan dan perayaan itu tidak berlangsung lama. Setelah Misa malam pengawalan selesai, Pastor Gusti ke kamar tidurnya untuk beristirahat dan kemudian keesokan harinya iya ditemukan tidak sadarkan diri. Meskipun ada upaya untuk membangunkannya, beberapa praktisi medis paroki akhirnya menyatakan Pastor Gusti telah meninggal.

Baca Juga:  Sidak Ke Kantor PT. WKC, Pemda Mabar Ungkap Sejumlah Pelanggaran

Diketahui, Pastor Gusti sejatinya akan merayakan Misa pada pukul 06.00 pagi hari Natal, dan dijadwalkan menyertakan upacara pembaptisan lebih dari 100 anak. Kabar meninggalnya Pastor Gusti telah mengguncang seluruh komunitas paroki.

“Hari Natal tahun ini telah berubah menjadi hari yang buruk untuk paroki kita,” ujar seorang jemaat setempat.

Gereja Katolik secara luas terbenam dalam kesedihan, terutama di antara warga Paroki St. Dominic Mhondoro Mubaira.

Baca Juga:  Pegawai Koperasi dan Perbankan Serbu Pegawai P3K Yang Baru Terima SK di Kantor Bupati Untuk Tawarkan Pinjaman

Pastor Gusti lahir di Namo, 29 Desember 1979 Desa Munting, Kec. Lembor Selatan. Iya menempuh seluruh studi filsafat serta teologinya di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero. Iya menyelesaikan novisiat Kuwu tahun 2002, dan ditahbiskan sebagai imam pada tahun 2009. Usai ditahbis, iya sempat menjalani karya pelayanan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis, Maumere sebelum ke Zimbabwe – Afrika Selatan.

Penulis: Lorens Logam