Kabarflores.co – Diduga serobot lahan milik orang lain, dua orang warga Wae Warang, Desa Surunumbeng, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat diseret ke ranah hukum.
Kedua warga tersebut adalah Tarsisius Jenusin (TJ) dan Getrudis Lanur (GL).
Keluarga korban, Lorens Logam mengungkapkan, bahwa tanah tersebut sudah dibeli dari suami GL yaitu Alm Mikael Lahur (ML) pada tahun 1996, dengan luas 1/2 hektare lokasi di Lengkong Mbuhung.
“Tanah tersebut sudah kami beli dari ML pada tanggal 26 Juni 1996 dengan harga 650 ribu. Setelah itu kami garap lahannya dan diolah jadi petak sawah. Tadinya itu tanah kosong, lalu kami olah jadi petak sawah. Kami keluarkan uang 1,2 juta untuk bayar orang untuk mengubah lahan itu. Saksinya warga wae secara garis besar mengetahui itu. Kami beraktivitas disana hampir 30 tahun,” jelas Lorens.
Pihaknya mengaku kaget ketika tanah tersebut dikuasai oleh orang lain.
“Akhir tahun 2025 kemarin, sdra TJ melakukan aktivitas disana, seolah-olah itu adalah tanah miliknya. Setelah kami cari tahu, diduga kuat dia atas perintah GL,” ungkapnya.
iya menjelaskan, berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara kekeluargaan namun pihak sebelah tidak merespon.
“Kami sudah lakukan upaya kekeluargaan namun pihak sebelah tidak merespon dengan baik. Jadi GL ini merupakan istri ketiga dari si penjual tanah (ML). Pada tahun 1996 dia belum menjadi istrinya ML. Motif dia mengklaim tanah tersebut karena iya mengaku tidak pernah tau soal tanah tersebut sudah dijual,” beber Lorens
Lorens mengaku heran, dan mencium adanya upaya provokasi dari pihak lain ke GT untuk mengklaim tanah tersebut.
“Berdasarkan petunjuk dan informasi yang kami peroleh, GL ini diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, wajar sekali dia tidak mengetahui soal peristiwa penjualan tanah tersebut karena dia belum menjadi istri penjual (Ahli waris) Apa hak dia mengintervensi itu? Kedua, kenapa baru sekarang mereka menyangkal soal transaksi pada tahun 1996 itu? Selama ini kemana saja,” imbuhnya.
Kasusnya sudah kami laporkan secara resmi ke Polsek Lembor hari ini, kami keluarga besar akan pertaruhkan segalanya demi keadilan dan harga diri.
“Sebagai orang pejuang keadilan, saya akan pertaruhkan segalanya demi keadilan dan harga diri kami, apapun yang terjadi!” tutupnya.***






