Hukum, News  

Nasib Tragis Masyarakat Di Desa Wae Kanta, Proyek Air Minum 1 M Yang Baru PHO Justru Tidak Berjalan. Bupati Edi Endi Dibawa – Bawa.

Penyebab air tidak mengalir ke reservoir karena beberapa faktor. Mulai dari Desain/perencanaan, konstruksi dan operasional.

Kondisi Keran Air Yang Mengering Karena Air Tidak Pernah Keluar.

Kabarflores.co – Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan konsumsi, kebersihan, maupun sanitasi. Selain memastikan pemenuhan hak dasar manusia, kebutuhan air juga untuk mendukung perekonomian masyarat. Namun dalam berbagai fenoma kasus korupsi di Indonesia, justru tidak sedikit praktik korupsi terjadi pada proyek peningkatan SPAM jaringan perpipaan seperti halnya yang terjadi di Desa Wae Kanta, Kec. Lembor, Kab. Manggarai Barat.

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Wae Kanta, menjadi perbincangan serius di tengah masyarakat. Proyek yang menghabiskan anggaran senilai Rp1 miliar pada tahun 2025 ini justru membawa malapetaka bagi masyarakat Desa Wae Kanta.
Warga inisial AST mengecam keras kinerja Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab. Manggarai Barat.

“Pertama yang kami sesali tentunya Dinas teknis yang menangani proyek ini, kenapa sampai terima pekerjaan model begini. Kami mau nikmati air bukan menikmati proyek mangkrak,” sesal AST kepada media. Senin (2/2/2026).

Warga lain juga, GB mengkritik keras keberadaan pemerintah Desa yang dinilai tidak punya tanggungjawab moral terhadap kegiatan yang manipulatif di wilayah Desa Wae Kanta.

“Ini kesalahan Desa sebetulnya, Pa Kades mestinya bicara lantang ke pemda. Proyek macam apa seperti ini? Sebelum adanya proyek ini, air disini masih lancar Pak. Setelah proyek ini jadi, airnya tidak keluar. Kalau ada yang omong di luar air disni lancar, saya akan tempeleng mukanya nanti. Pejabat tipu – tapu, uang negara dihamburkan begitu saja. Kalau tau begini dulu, kami tidak mau jaringan pipa lama dimatikan,” ungkap GB.

Baca Juga:  Operasi Intelejen Kejati NTT Bongkar Proyek Mangkrak Rp.48,6 M Di Kampus Undana Kupang

Iya membeberkan akan bertemu Bupati Edi Endi untuk meminta pertanggungjawaban.

“Kami sudah sepakat untuk pergi ke Labuan Bajo bertemu dengan Bapak Bupati. Kami minta komitmen dia untuk datang sidak kesini. Ini persoalan dari hulu masalahnya, air tidak masuk ke bak penangkap yang ada di tepi kali, menyebabkan aliran terhenti ke bak penampung. Jangan sampai pelaksana proyek ini masih ada kaitan dengan Bupati. Maka dari itu, kami akan agendakan untuk bertemu dengan Pak Bupati dalam waktu dekat. Dua hari lalu saya menelepon beliau, namun tidak ada respon. Yang pasti kami akan kejar terus nanti dengan bantuan teman – teman media,” Beber GB.

Kondisi Air di Bak Penangkap Di Tepi Kali, Yang Akan Didistribusikan Ke Bak Penampung.



Study Kasus Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Wae Kanta. 

Baca Juga:  Imam SVD Asal Lembor Meninggal Dunia Di Paroki St. Dominic, Mhondoro Mubaira - Afrika Selatan. Malamnya Sempat Pimpin Perayaan Natal.

Penyebab air tidak mengalir ke reservoir karena beberapa faktor. Mulai dari Desain/perencanaan, konstruksi dan operasional.

1. Masalah Desain dan Perencanaan

  • Perhitungan kemiringan pipa yang salah, sehingga tidak ada gradien yang cukup untuk mendorong aliran air.
  • Diameter pipa tidak sesuai dengan debit air, menyebabkan hambatan aliran atau kekurangan tekanan.
  • Penataan aliran air dari kali yang salah yang berdampak pada debit air lebih rendah, sehingga tidak mampu memenuhi kapasitas saluran menuju reservoir.
  • Lokasi reservoir dipasang lebih tinggi dari titik keluaran pipa atau sumber air, sehingga aliran tidak bisa dipompa dengan maksimal.

2. Masalah Konstruksi

  • Sistem kelistrikan tidak bisa bekerja maksimal.
  • Sumbatan di bak penangkap: Saringan atau pipa masuk di mata air (intake) tersumbat kotoran, daun, atau pasir.
  • Kualitas konstruksi buruk: Pemasangan tidak sesuai standar (seperti menggunakan pasir pelapis, beton pemberat tidak cukup), penggunaan material berkualitas rendah, atau pekerjaan asal jadi.
  • Sambungan pipa tidak rapat atau mengalami kebocoran, sehingga sebagian besar air hilang sebelum mencapai reservoir.
  • Kurangnya koordinasi: Antara pihak pemerintah, kontraktor, konsultan, dan masyarakat tidak terjalin dengan baik, menyebabkan kesalahan dalam pelaksanaan atau perubahan rencana tanpa alasan jelas.
  • Lokasi reservoir dipasang lebih tinggi dari titik keluaran pipa atau sumber air, sehingga aliran tidak bisa dipompa dengan maksimal.
  • Tidak ada pengujian dan komisioning: Tidak dilakukan tes tekanan pipa, pengujian kualitas air di laboratorium, atau uji operasional sebelum proyek diserahkan, sehingga masalah tidak terdeteksi sejak awal.
  • Kecurangan dan praktik tidak transparan: Penggunaan dana yang tidak tepat, kolusi antara pihak terkait, atau penyuapan yang menyebabkan penurunan kualitas proyek.
  • Sambungan pipa tidak rapat atau mengalami kebocoran, sehingga sebagian besar air hilang sebelum mencapai reservoir.
Baca Juga:  6 Jam Mati Listrik Gegara Tower Indosat Roboh, Begini Kondisi Boleng Malam Ini

3. Masalah Operasional

  • Ada kerusakan pada pipa (patah, bocor) akibat faktor alam (longsor) atau keausan.
  • Pompa tidak berfungsi karena masalah listrik atau kerusakan mekanis.
  • Tidak ada rencana pemeliharaan reguler setelah proyek selesai, sehingga pipa mudah mengalami kerusakan akibat faktor alam atau keausan.
  • Kurangnya mekanisme pengelolaan dan pengawasan operasional yang jelas, menyebabkan masalah kecil berkembang menjadi kerusakan besar yang mengganggu pasokan air.
  • Dana yang dialokasikan hanya untuk pembangunan dan tidak mencakup biaya operasional serta pemeliharaan jangka panjang.

Upaya Dinas stakeholder untuk mengidentifikasi titik hambatan atau penurunan debit sejauh ini belum ada tanda – tanda, kemarahan warga pun mencapai pada titik klimaks dengan menggelar audiensi dengan Pemerintah Daerah dan APH.

Penulis: Ovan BoniEditor: Tim Editor